BRANGSONG – Menyiapkan generasi pemimpin masa depan dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Semangat inilah yang diwujudkan SMA NU 05 Brangsong melalui penyelenggaraan Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) serta Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) masa khidmat 2026/2027.
Kegiatan yang berlangsung pada Oktober 2026 ini menjadi bagian dari pembinaan kesiswaan untuk membangun budaya demokrasi, menumbuhkan tanggung jawab, serta memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi kepemimpinan. Proses pemilihan dirancang sebagai pembelajaran nyata bahwa kepemimpinan harus dibangun melalui gagasan, integritas, dan kesediaan mengemban amanah.
Mengangkat tema “Mewujudkan Kepemimpinan Pelajar yang Aktif, Demokratis, dan Berakhlakul Karimah”, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya melahirkan pemimpin muda yang tidak hanya cakap berorganisasi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral.
Tahapan pemilihan disusun secara sistematis, mulai dari pendaftaran calon, seleksi administrasi, wawancara, penetapan calon dan pengundian nomor urut, kampanye, hingga penyampaian visi dan misi serta debat kandidat. Seluruh proses tersebut diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada para calon dalam menunjukkan kemampuan, menyampaikan gagasan, dan menawarkan program kerja yang bermanfaat bagi warga sekolah.
Pemungutan suara, penghitungan dan rekapitulasi hasil suara, serta penetapan calon terpilih dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Adapun pelantikan ketua terpilih direncanakan berlangsung pada 30 Oktober 2026.
Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ibu Ana Khoirul Umami, S.Pd., memandang regenerasi kepemimpinan organisasi sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar mengambil keputusan, bekerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diberikan.
Sekolah, lanjutnya, tidak hanya menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Karena itu, keterlibatan murid dalam proses pemilihan diharapkan mampu menumbuhkan keberanian berpendapat sekaligus kedewasaan dalam menentukan pilihan.
Ia berharap para calon dapat mengikuti seluruh tahapan dengan menjunjung tinggi sportivitas, sedangkan seluruh pemilih mampu menggunakan hak pilih secara bijaksana. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh dan membawa perubahan positif bagi organisasi maupun sekolah.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA NU 05 Brangsong, Mahbub Mujahidin, menegaskan bahwa pemilihan Ketua OSIS dan IPNU–IPPNU bukan sekadar agenda pergantian pengurus, melainkan bagian dari pendidikan demokrasi, kepemimpinan, dan kaderisasi pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada murid dalam berdemokrasi secara sehat, jujur, tertib, dan bertanggung jawab. Siapa pun yang nantinya terpilih harus mampu menjadi teladan, membawa aspirasi teman-temannya, serta menggerakkan berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Menurut Mahbub, keberadaan OSIS dan PK IPNU–IPPNU memiliki peran strategis dalam membentuk pelajar yang aktif, kreatif, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Kedua organisasi tersebut mempunyai ruang pengembangan yang saling melengkapi dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan karakter murid.
OSIS diharapkan menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan aspirasi, menyusun program kegiatan, serta belajar mengelola organisasi secara bertanggung jawab. Sementara itu, IPNU–IPPNU berperan sebagai ruang kaderisasi pelajar yang menguatkan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, ke-NU-an, kebangsaan, dan semangat berorganisasi.
Penguatan kedua organisasi tersebut selaras dengan program Sekolah Kader SMA NU 05 Brangsong. Melalui pengalaman berorganisasi, murid diharapkan mampu memahami bahwa kepemimpinan bukan semata-mata tentang jabatan, melainkan tentang pengabdian, keteladanan, dan kemampuan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Mahbub juga mengingatkan pentingnya menjadikan gagasan dan kualitas program sebagai dasar kompetisi antarkandidat.
“Kami berharap seluruh kandidat berkompetisi dengan gagasan dan program terbaik, bukan sekadar mencari kemenangan. Kepada seluruh murid, gunakan hak pilih dengan bijak. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pemimpin bersama yang harus kita dukung untuk membawa organisasi dan SMA NU 05 Brangsong menjadi lebih baik,” tambahnya.
Penyampaian visi dan misi serta debat kandidat menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Melalui tahapan ini, murid dapat mengenali arah program yang ditawarkan masing-masing calon sekaligus belajar menilai gagasan secara kritis dan objektif.
Sementara itu, proses pemungutan suara memberikan pengalaman langsung mengenai prinsip kesetaraan hak pilih, kejujuran, keterbukaan, dan penghormatan terhadap hasil keputusan bersama. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pemilihan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Melalui regenerasi kepemimpinan ini, SMA NU 05 Brangsong berupaya memastikan keberlanjutan program organisasi sekaligus membuka kesempatan bagi munculnya gagasan dan inovasi baru dari kalangan murid.
Pada akhirnya, keberhasilan pemilihan tidak hanya diukur dari terpilihnya ketua baru, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran demokrasi, kedewasaan berorganisasi, dan semangat berkolaborasi di kalangan pelajar. Dengan demikian, OSIS dan IPNU–IPPNU diharapkan semakin berperan dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aktif, berkarakter, religius, dan berorientasi pada pembentukan generasi pemimpin masa depan.
