BRANGSONG – Peringatan Bulan Bahasa di SMA NU 05 Brangsong (SMANULIBRA) menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya literasi sekaligus menggali potensi peserta didik di bidang bahasa, sastra, dan seni. Melalui Festival Bahasa dan Seni yang digelar Selasa (20/10/2026), sekolah menghadirkan kompetisi edukatif yang memadukan kecakapan berbahasa, kreativitas bermusik, dan pelestarian budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas dan halaman SMA NU 05 Brangsong tersebut mengusung tema “Berkreasi dengan Bahasa, Berkarya melalui Seni, Melestarikan Budaya, dan Mengukir Prestasi.” Seluruh rangkaian lomba dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membangun keberanian untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Festival ini menghadirkan tiga cabang perlombaan, yaitu Cipta Puisi, Perkusi Lagu Berbahasa Jawa, dan Spelling Bee Bahasa Inggris. Masing-masing lomba memiliki karakteristik berbeda, tetapi membawa tujuan yang sama, yakni mengembangkan bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri peserta didik.
Pada cabang Cipta Puisi, peserta ditantang menuangkan ide dan gagasan ke dalam karya sastra berbahasa Indonesia. Karya ditulis secara mandiri di lokasi kegiatan sehingga kreativitas, orisinalitas, dan kemampuan mengolah bahasa menjadi unsur penting dalam penilaian.
Suasana berbeda hadir dalam Lomba Perkusi Lagu Berbahasa Jawa. Peserta bekerja dalam kelompok beranggotakan 10–15 orang dengan memanfaatkan alat-alat sederhana sebagai instrumen musik. Galon, ember, botol, dan alat pukul sejenis diolah menjadi irama yang menarik melalui kreativitas aransemen dan kekompakan kelompok.
Selain menjadi ajang ekspresi seni, lomba tersebut juga menjadi bentuk pengenalan budaya daerah kepada generasi muda. Penggunaan lagu berbahasa Jawa diharapkan mendorong peserta didik untuk semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan bahasa serta kesenian lokal.
Adapun Spelling Bee Bahasa Inggris menjadi wahana untuk mengasah ketepatan mengeja, konsentrasi, dan penguasaan bahasa Inggris. Setiap kelas mengirimkan delapan peserta yang berkompetisi mengeja kata-kata bahasa Inggris sesuai tingkat kemampuan peserta didik SMA.
Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ibu Ana Khoirul Umami, S.S., memandang kegiatan semacam ini sebagai bagian penting dari pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berkembang melalui pengalaman langsung.
Sekolah, menurutnya, tidak hanya berperan dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, tetapi juga perlu menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengenali potensi, mengasah keterampilan, dan membangun karakter melalui berbagai kegiatan.
“Bulan Bahasa harus menjadi momentum bagi peserta didik untuk semakin menghargai bahasa, mengembangkan kreativitas, dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat berprestasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujar Ibu Ana.
Ia berharap pengalaman mengikuti perlombaan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk lebih percaya diri, menghargai perbedaan kemampuan, serta membiasakan diri berkompetisi secara sehat.
Dalam pelaksanaannya, panitia menetapkan kriteria penilaian sesuai bidang yang dilombakan. Penilaian Cipta Puisi memperhatikan kesesuaian isi, keindahan bahasa, kreativitas, dan orisinalitas. Pada cabang Perkusi, aspek kekompakan, kreativitas aransemen, ketepatan irama, dan penampilan menjadi perhatian. Sementara itu, ketepatan ejaan menjadi unsur utama dalam Spelling Bee.
Panitia juga menempatkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas sebagai bagian penting dari pengalaman peserta selama mengikuti kegiatan. Dengan demikian, keberhasilan festival tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari keterlibatan aktif peserta didik dan proses pengembangan kemampuan yang mereka jalani.
Melalui Festival Bahasa dan Seni, SMANULIBRA berupaya membangun suasana sekolah yang menghargai keberagaman bakat dan potensi. Peserta didik memperoleh kesempatan untuk belajar melalui karya, berkolaborasi dalam kelompok, serta mengembangkan keterampilan yang dapat menunjang kehidupan akademik maupun sosial.
Peringatan Bulan Bahasa ini sekaligus menegaskan bahwa bahasa dan seni memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Dengan memadukan literasi, keterampilan berbahasa asing, dan seni tradisional, sekolah berharap dapat menumbuhkan generasi yang kreatif, percaya diri, berprestasi, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
