BRANGSONG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA NU 05 Brangsong berlangsung semarak dan penuh kebersamaan. Puncak kegiatan yang digelar pada Kamis, 27 Agustus 2026, tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan tradisi weh-wehan yang melibatkan seluruh warga sekolah.Kegiatan yang berlangsung di halaman depan SMA NU 05 Brangsong itu diikuti oleh para siswa, guru, staf, serta mahasiswa PPL STIK Kendal.
Sejak pagi, suasana sekolah telah dipenuhi nuansa religius melalui rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi.Peringatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 14 Agustus 2026.
Selama 14–26 Agustus, keluarga besar SMA NU 05 Brangsong secara rutin melaksanakan pembacaan Maulid Al-Barzanji setiap pagi. Rangkaian tersebut kemudian ditutup dengan Gebyar Maulid Nabi pada 27 Agustus.
Dalam acara puncak, para peserta mengikuti doa, Asmaul Husna, ijazah, serta pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Mau'idzoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Muhaimin Anwar.Dalam tausiyahnya, KH. Muhaimin Anwar mengajak para siswa untuk menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
Keteladanan Rasulullah tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak, sikap, tanggung jawab, dan cara berinteraksi dengan sesama.Ia juga memberikan penguatan mengenai dasar hukum Islam yang meliputi Al-Qur'an, Hadis, Ijma, dan Qiyas.
Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman keagamaan kepada para siswa agar memiliki landasan dalam menjalankan kehidupan sesuai tuntunan Islam.Kepala SMA NU 05 Brangsong, Ana Khoirul Umami, S.S., menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Menurutnya, semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW hendaknya diwujudkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan mampu meneladani Rasulullah dalam hal akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat dalam menuntut ilmu.
“Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan nilai dan keteladanan yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Usai kegiatan keagamaan, suasana berubah semakin meriah ketika tradisi weh-wehan dimulai. Sebanyak 13 kelas turut ambil bagian dengan menyiapkan berbagai makanan khas Kendal untuk kemudian saling bertukar dengan kelas lainnya.Setiap kelas menampilkan kreativitasnya melalui hidangan yang telah dipersiapkan.
Beragam makanan tersebut tidak hanya menjadi sajian untuk dinikmati bersama, tetapi juga menjadi simbol semangat berbagi dan kekompakan antarsiswa.Kemeriahan weh-wehan juga semakin terasa karena bapak dan ibu guru turut menyiapkan berbagai makanan menarik.
Mereka berbaur bersama para siswa dalam suasana penuh keakraban.Tidak ketinggalan, mahasiswa PPL STIK Kendal yang sedang melaksanakan praktik di SMA NU 05 Brangsong juga terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran mereka menambah warna dalam kegiatan sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa PPL dengan keluarga besar sekolah.Tradisi weh-wehan menjadi salah satu bagian menarik dalam peringatan Maulid Nabi di SMA NU 05 Brangsong. Melalui kegiatan saling bertukar makanan, para siswa belajar tentang arti berbagi, kebersamaan, kepedulian, dan silaturahmi.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA NU 05 Brangsong pun tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan siswa.Dengan perpaduan antara pembacaan Maulid Al-Barzanji, Mau'idzoh Hasanah, serta tradisi weh-wehan, kegiatan tersebut diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kebersamaan seluruh keluarga besar SMA NU 05 Brangsong.
